Berita MotoGP: Bos Suzuki Ungkap Alasannya Tolak Jorge Lorenzo

Berita MotoGP: Bos Suzuki Ungkap Alasannya Tolak Jorge Lorenzo

Sumberbola.net – Pernyataan blak-blakan bos Suzuki, Davide Brivio, mengenai sejumlah pembalap papan atas yang tertarik dengan proyek Suzuki, memunculkan banyak tanya tentang mengapa tim Jepang tersebut lebih memilih mendatangkan pembalap muda dari Moto2, dibandingkan mengamankan tanda tangan pembalap papan atas sekelas Jorge Lorenzo?

Berbicara dalam wawancara eksklusif dengan surat kabar Spanyol, Mundo Deportivo, Brivio mengatakan jika timnya senang mendapatkan banyak proposal dari pembalap papan atas. Namun demikian, mereka lebih memilih untuk mengamankan tanda tangan pembalap muda Moto2, karena lebih sesuai dengan filosofi tim Suzuki, yakni mengembangkan bakat muda.

“Kami berdiskusi secara internal di perusahaan tentang apa yang harus dilakukan dengan banyaknya proposal dari pembalap papan atas,” kata manajer Suzuki, Davide Brivio, Selasa (12/6).

“Jujur, kami lebih tertarik dengan pembalap muda. Presiden kami, Toshihiro Suzuki dan perusahaan Suzuki pada umumnya, selalu mendukung, katakanlah, strategi pembalap muda.

Baca Juga:

“Suzuki menyukai gagasan menangkap seorang pengemudi muda, tumbuh bersama dengannya, dan semoga menang bersamanya. Seperti yang kalian tahu, itu adalah proyek yang kami mulai dengan Maverick (Vinales), tapi sayangnya kami harus menghentikannya.

“Kedatangannya menjadi proyek yang hampir sempurna. Membawa Maverick keluar dari Moto2, memasukkannya ke MotoGP, mengajarinya cara mengendarai MotoGP, memberinya pengalaman yang diperlukan, dan akhirnya menang.

“Bahkan, kami sudah memenangkan perlombaan pada 2016. Akan sangat memuaskan untuk melanjutkan ini, tapi hal berbeda terjadi. Kemudian kami memulai kembali proyek serupa dengan Alex Rins. Sekarang, dengan [Joan] Mir, kita dapat mengulang konsep yang sama.

“Kami menyukai jenis proyek seperti ini. Kami menyukai tantangan ini. Ini adalah cara lain untuk menghadapi kejuaraan. Ketika kami mendiskusikan secara internal tentang jalan mana yang harus diambil dengan pembalap kedua kami, saat ada serangkaian nama di atas meja.

“Tetapi saya harus mengatakan bahwa daripada mengevaluasi nama-nama yang masuk, kami memilih mengevaluasi tentang apa yang ingin kami lakukan, ke mana kami ingin pergi. Apakah kami ingin menyewa seorang pembalap yang dari langkah pertama sudah siap untuk menang, atau mencoba lagi untuk berevolusi dengan pembalap baru,” pungkasnya.

Tinggalkan Pesan

Masukan Komentarmu
Silahkan Masukan Namamu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.